Diskusi Kelompok Terpumpun ini adalah sebuah platform yang diinisasi untuk mendorong perbincangan tentang inklusivitas dalam dunia seni agar semakin masif dilakukan. Bukan sekadar forum diskusi, tetapi platform ini perlu dilihat sebagai sebuah ruang kolaboratif yang melibatkan berbagai agen dalam ekosistem seni untuk mengupayakan inklusivitas. Platform ini dirancang untuk menjadi ruang yang aman bagi pemikiran kritis, kreativitas, serta pertukaran ide dan gagasan. Melibatkan berbagai pihak dari seniman, akademisi, pemerhati seni, masyarakat umum, hingga pemangku kepentingan agar diskusi ini juga mampu merumuskan rekomendasi dan langkah-langkah strategis. Hasil dari diskusi kelompok terpumpun ini akan menghasilkan publikasi tentang panduan perencanaan dan pengembangan program serta ekosistem seni yang inklusif. Dokumen ini kelak akan dipublikasikan dan akan terus dievaluasi sembari mengumpulkan komitmen untuk menjadikannya salah satu landasan bagi ekosistem seni yang dinamis, berkelanjutan, dan mampu mendorong partisipasi yang lebih luas dan merata.

Hari Pertama

Jumat, 23 Februari 2024 | 15:00: – 17:30 WIB
Menggali Ide dan Inisiatif Inklusivitas Seni

Inspirasi dalam Inklusi: Seni sebagai Katalisator Perubahan Sosial

Sesi Pemantik

  1. Pengantar (10 Menit):
    • Pembukaan dan pengenalan topik.
  2. Pemaparan Pengalaman Pribadi (30 Menit):
    • Pemateri membagikan perjalanan pribadinya sebagai seniman inklusif, menyoroti karya-karya yang mencerminkan keberagaman.
  3. Interaktif Q&A (20 Menit):
    • Peserta dapat mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan pembicara.

Sesi Diskusi Grup

  1. Brainstorming Ide (20 Menit):
    • Peserta berbagi ide dan inspirasi terkait inklusivitas dalam seni.
  2. Analisis Kasus (20 Menit):
    • Menganalisis studi kasus proyek seni inklusif sebagai pemahaman konsep.
  3. Merumuskan Pertanyaan Aksi (20 Menit):
    • Bersama-sama merumuskan pertanyaan aksi untuk memotivasi perubahan positif.

Pemateri & Teman Diskusi

Moelyono | Seniman

Moelyono lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 5 Agustus 1957 , pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Fakultas Desain dan Seni Rupa, Jurusan Seni Lukis.

Mengikuti pameran Makassar Biennale 2023 dan sedang mengikuti pameran bersama “The Soils” di TarraWarra Museum of Art, Australia, 2023, kemudian: “Konvergensi: Pasca-tradisionalisme”, pameran grup, Srisasanti Syndicate, Galeri Katamsi, ISI, Jogja, 2022;  “Confluence”, Kohesi Initiatives, Pameran Grup, Tirtodipuran Link, Gallery II, Jogja, 2020; “GEMES” pameran bersama, Rubanah underground hub, Jakarta, 2020;  Biennale Jogja XV 2019: “Do we live in the same playground?”, Jogja National Museum, Jogja,  2018; “Noken”, Dhaka Art Summit, Bangladesh; Para Site, Hongkong, TSI Yangon, Mianmar; Museum of Modern Art in Warsawa, Polandia, 2018-2020;   Bangkok Art Biennale: “Beyond Bliss”, 2018, Thailand;  Europalia Indonesia, Performance Klub:  “My Life as A Drawing Teacher: On Art and Activism”; SMAK, Gent, Brussel;  2018: “Amok Tanah Jawa” Flinders Museum, Adelaide, South Australia, 2018; Jakarta Biennale “SIASAT”,  Ruang Parkir basement Teater Jakarta, TIM, Jakarta, 2013;  “Concept, Context, and Contestation” , Exhibition, Bangkok Art and Culture Centre,   (BACC), 2013 – 2014, Thailand; ““ArtJog12”: Looking East, A Gaze of Indonesian Contemporary  Art, Taman Budaya, Yogya, 2012; BEASTLY, Rumah Seni Cemeti, Yogyakarta dan Galeri Salihara, Jakarta, 2011; Kwangju Biennale:  “Art and Human Rights ”, 2000, Korea Selatan; 1999; The Third Asia-Pasific Triennial of Contemporary Art, Queensland Art Gallery, Brisbane, Australia, “Beyond the Future”, 1999;  “Glimpses into the Future” Hiroshima City Museum of Contemporary Art and Museum of Contemporary Art, Tokyo, 1997; “A Topic Site”, Tokyo, Japan, 1996.

Menulis buku “Pak Moel Guru Gambar”, INSIST, Yogyakarta; 1997: Moelyono: Seni Rupa Penyadaran, Yayasan Bentang Budaya, Yogyakara; 2012

Penghargaan: Penghargaan dari Akademi Jakarta,  4 Oktober 2023, Life Time Achievement Award, Pameran Nandur Srawung #9, UPTD Taman Budaya Yogyakarta,  2023: Life Time Achievement Award, Biennale IX, Yogyakarta; 2001: Hadiah Seni, Gubernur Jawa Timur; 1989-1992: Ashoka Fellowship Inovators for public, Yayasan Ashoka Indonesia

Hari Kedua

Sabtu, 24 Februari 2024 | 15:00: – 17:30 WIB
Pertukaran Gagasan dan Pengalaman
Menggali Potensi Kreativitas melalui Kolaborasi Inklusif

Sesi Pemantik

  1. Pengantar (10 Menit):
    • Pembukaan dan pengenalan topik.
  2. Studi Kasus Kolaboratif (30 Menit):
    • Pemateri berbagi pengalaman menyelenggarakan proyek seni inklusif dan bagaimana kolaborasi meningkatkan kreativitas
  3. Interaktif Q&A (20 Menit):
    • Peserta dapat mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan pembicara.

Sesi Diskusi Grup

    1. Diskusi Proyek Bersama (30 Menit):
      • Peserta diberi kesempatan untuk merencanakan proyek seni bersama yang inklusif.
    2. Presentasi Ide Grup (20 Menit):
      • Setiap kelompok mempresentasikan ide proyek kolaboratif mereka.
    3. Pertanyaan dan Jawaban Terbuka (10 Menit):
      • Diskusi umum dan tanya jawab.

Pemateri & Teman Diskusi

Agustin Dwi Maharani | Social Media Specialist

Lahir dan besar di Tulungagung dan tergabung dalam Gulung Tukar, kolektif multidisplin yang berdomisili di Tulungagung sejak tahun 2019. Di situ, ia bertanggung jawab di bagian publikasi dan media. Selain Gulung Tukar, puan yang akrab disapa Ajustin itu juga menjadi anggota Beri Ruang Aman, kelompok pendampingan penyintas kekerasan berbasis gender. Ia pernah berkontribusi sebagai anggota Tim Publikasi Biennale Jatim IX dan menjadi tim riset pada residensi kuratorial Sedekah Bumi Project oleh Pekan Kebudayaan Nasional 2023.Ia menempuh pendidikan di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan mengambil jurusan Akuntansi Syariah. Dengan minat mendalam pada aspek visual seperti film, fotografi, dan videografi, Ajustin juga menunjukkan ketertarikannya pada pengarsipan, yang mendorongnya untuk mendalami praktik kerja kolektif dan manajerial. Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan sosial, memantau isu-isu terkini, dan memiliki ketertarikan pada budaya populer.

Bayu Ratmanda Putra | Videografer & UX Designer

Bayu Ratmanda merupakan seorang Videographer yang juga mendalami dunia UX Design, seni media baru, dan 3D Design. Lulusan Institut Ilmu Kesehatan Bhakta ini telah bergabung dengan Gulung Tukar sejak tahun 2020. Bertangung jawab sebagai tim dokumentasi Gulung Tukar dan pembuat asset 3D, Ia berkesempatan untuk bergabung dalam proyek kolaborasi TT&TW yang digelar oleh Gulung Tukar dan didukung oleh British Council, sebagai seniman kolaborator bersama Riduwan (INA) dan Ella (UK) untuk membuat karya bersama. karya yang dibuat telah dipamerkan di Tulungagung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Hari Ketiga

Minggu, 25 Februari 2024 | 15:00: – 17:30 WIB
Merumuskan Rencana Aksi Konkrit
Konsolidasi Ide dan Kesepakatan Bersama:
Langkah-Langkah Praktis Menuju Ekosistem Seni Inklusif

Sesi Pemantik

  1. Pengantar (10 Menit):
    • Pembukaan dan pengenalan topik.
  2. Rencana Aksi Konkret (30 Menit):
    • Pemateri memberikan panduan praktis dalam merumuskan rencana aksi konkret.
  3. Interaktif Q&A (20 Menit):
    • Peserta dapat mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan pembicara.

Sesi Diskusi Grup

  1. Membuat Rencana Aksi (30 Menit):
    • Kelompok berdiskusi dan merumuskan rencana aksi konkret.
  2. Presentasi dan Umpan Balik (20 Menit):
    • Setiap kelompok mempresentasikan rencana aksi mereka dan mendapatkan umpan balik.
  3. Kesimpulan dan Komitmen Bersama (10 Menit):
    • Pemateri mengakhiri dengan merangkum kesimpulan dan memotivasi peserta untuk berkomitmen pada langkah-langkah praktis ke depan.

Pemateri & Teman Diskusi

Agnisa Wisesa | Seniman, Dosen, Art Manager

Agnisa Wisesa adalah seorang dosen, manajer proyek, dan seniman grafis yang fokus pada pekerjaannya di bidang pedagogi seni dan retrospektifnya. Ia merupakan lulusan MA Arts and Learning, Goldsmiths University of London, dan mengembangkan praktik pedagogi dalam seninya dengan pendekatan permainan. Pada tahun 2020, ia menerbitkan artikel berjudul “Fair Game? (A participatory game based on Bourdieu’s Theoretical Concep about agency in Life)” mengenai risetnya. Agnisa adalah dosen seni grafis dan ilustrasi di Universitas Negeri Malang (UM) yang juga aktif bekerja dengan praktik seni lokal seperti Mini Art Malang serta Malang Art Map.

Diskusi Kelompok Terpumpun diselenggarakan di
Gutuhaus Jl. Mastrip no. 18 Serut, Boyolangu, Tulungagung

Info

  • Peserta wajib terlibat aktif pada diskusi
  • Peserta akan mendapatkan honor sebesar Rp 750.000,00 untuk 3 hari sesi diskusi kelompok terpumpun.
  • 120 menit durasi diskusi akan direkam
  • Peserta akan mendapatkan 1 paket snack dan makanan untuk setiap sesi.
  • Moderator & Fasilitator: Benny Widyo

Klik pada ikon di untuk
menuju formulir pendaftaran

Batas akhir pendaftaran 8 Februari 2024

Narahubung
0852-3540-8284