Gulung Tukar for

Biennale Jatim IX

Gulung Tukar lahir oleh kegelisahan bersama tentang minimnya ruang gerak terutama untuk anak-anak muda. Bukan sekadar ruang yang bisa menampung proses kreasi dan aktualisasi diri, tetapi juga mampu memberikan apresiasi dan rasa aman bagi semua orang yang terlibat di dalamnya. Inklusif, suportif, dan setara tidak boleh dibaca sebagai jargon-jargon belaka, kata-kata kunci tersebut muncul atas respons terhadap kenihilannya dari ekosistem yang ada. Membentuk  suatu sistem yang mengakomidir ragam disiplin dan kerja banyak dimunculkan, baik itu oleh individu atau kelompok. Karena berkolektif itu bukan semata-mata tentang bekerja bersama di dalam kelompoknya saja, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa bekerja bersama-sama membangun ekosistem terdekat kita.

Pada tahun 2021 ini, Biennale Jatim IX sebagai sebuah perhelatan-platform kolaboratif multidisiplin menawarkan tema menimbang solidaritas, merayakan kolektivitas. Ada 2 kata kunci yang menarik untuk direspons karena berkaitan dengan apa yang Gulung Tukar kerjakan selama ini. Platform ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan apa yang sudah dicapai dan permasalahan apa saja yang dihadapi. Mengevaluasi diri sembari terus mencari celah untuk pemutakhiran praktik seni budaya dan kreatif di Tulungagung. Empat platform diinisiasi untuk menandai 2 tahun perjalan kami. Pameran arsip dan karya, penayangan film, kolaborasi performans, hingga instalasi ruang publik menjadi pilihan-pilihan program yang dirasa paling tepat untuk menjadi checkpoint. Sebuah titik yang akan menjadi awal baru bagi kerja-kerja kebudayaan yang lebih baik ke depannya.